Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafakur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Desember 2010

Masih Ada Waktu




Mencoba menata diri…
Memahami fikiran dan perasaan..
Mencoba memahami apa yang dirasa orang lain, agar orang lain dapat memahami
perasaanku..

Nasi belum menjadi bubur…
Masih ada waktu..
Entah kapan??!

“Katamu?!”
“Akan indah pada masanya”

hmmmmz…
Jika sudah saatnya;
Akan ku Kejar..
Akan ku Usahakan..
Akan ku Raih…

sampai mereka faham;
Bahwa kebahagiaan itu tidak bisa dipaksakan…
Bahwa kebahagiaan itu hak bagi semua insan…

Aku optimis…
Sebab, telah awal mereka sudah merasakan, apa itu “Kebahagiaan”
… pastinya mereka lebih faham…

tentang dirimu kelak, jika sudah saatnya..
Jangan pernah merasa mati, atau meratapi takdir..
Padahal saat ini Dia masih memberi nikmatNya…
Padahal saat ini belum ada ketetapan pasti…

Ini hanya masalah waktu, pengertian dan kepercayaan…
Tetaplah terus merapat pada dekapanNya..
Meminta, apa yang harus diminta..
Merayu, terus merayu..
Sampai Dia lelah…*Padahal Dia takkan Lelah*

Aku akan terus meneguhkan langkahmu..
untuk saat ini..
Nanti…
atau bahkan Kelak…
Jika Dia masih memberi kesempatan…

Teruslah melangkah..
Dengan senyummu selebar ini ^_____________^
Jangan takut..!!!



ada juga di sini :

http://blogselasamalam.wordpress.com/motivation-of-the-day/masih-ada-waktu/

Minggu, 01 Agustus 2010

Sudah Mengisi Lembar Yang Keberapa..

Jika kita mengibaratakan kehidupan yang kita lalui adalah satu buku yang kosong, putih, dan punya halaman yang banyak…

Sesuai dengan jalannya waktu, buku itu lembar demi lembar terisi oleh coret-coretan syair aktifitas kita, dari malam menjelang pagi, siang menjelang sore dan seterusnya…

Dalam tiap lembaran itu ada catatan dan warnanya sendiri-sendiri, berapa lembar yang sudah kita habiskan?
Mari kita lihat kembali,
apakah gambar dan peristiwa yang ada disana
memiliki warna yang berhikmah dan indah
atau malah memiliki warna yang buram dan kusut?

Bagaimana catatatanya?
Tiap kita buka lagi, apakah bisa menjadikan kita bermuhasabah..
Atau malah menjadikan kita ingin mencobanya lagi,
karena nikmatnya Dunia ini, tak akan ada diakhirat kelak..
mmm…seharusnya mau memilih nikmat Dunia atau akhirat?
Itu pilihan kita??

Lalu mari kita fikirkan berapa banyak lagi lembaran yang masih tersisa,
apa yang akan kita goreskan,
apakah goreskan itu sudah kita fikirkan saat ini?

Jawabanya simple:
Saat kita mulai memikirkan dan merancangnya
dengan usaha atau hanya sekedar cita,
Pangkalnya kita tidak akan tahu…

Rasulullah saw, pernah memegang pundak Abdullah bin Umar…
Lalu bersabda: “Jadilah engkau di Dunia ini seakan-akan
sebagai orang asing atau pengembara. Jika engkau hidup
hingga waktu sore, janganlah menunggu pagi dan jika engkau
hidup hingga waktu pagi, jangan menunggu sore”

yang dapat kita katakan ketika masih memiliki sisa lembar kertas itu,,,
“Semoga apa yang masih tersisa
dan masih diamanahkan kepada kita,
memiliki keberkahan dan ridhaNya”

(Muhasabah menuju lembar berikutnya)